Mencegah Air Radiator Bocor Setelah Bore Up


Air radiator bocor ke ruang bakar merupakan masalah yang lazim setelah melakukan bore up.

Blok bore up memang memiliki pembatas antara cairan radiator dengan dinding silinder lebih kecil sebagai kompensasi bore yang lebih besar sehingga sangat mudah sekali air radiator masuk jika blok mengalami deformasi kecil.

blok boringan terlihat bore sudah diganti

blok ceramic/nikasil

Tips: gunakan blok ceramic bukan yang hasil boringan karena blok hasil boringan rawan turun bore nya sehingga risiko air radiator bisa masuk sangat tinggi.




Apalagi motor bore up dengan penambahan ruang bakar tentu saja panas yang dihasilkan harus diperhatikan dengan sangat serius. Berani bore up tentu saja harus berani keluar perhatian ekstra.

Kuncinya agar tidak bocor yang saya amati selama bertahun-tahun sebenarnya adalah MENCEGAH suhu radiator melewati 82 derajat celcius. Selain itu, menggunakan kompresi yang tidak terlalu ekstrim juga sangat penting kalau mau lebih terjamin.

Jika melewati itu bisa dipastikan akan terjadi deformasi dan besoknya saat mau dinyalakan susah dan keluar air warna hijau dari lubang knalpot.

Sudah saya buktikan selama 1 tahun lebih dengan blok 62mm (178cc) dengan kompresi sekitar 1:10,5 belum pernah bocor sama sekali padahal sudah sering bolak-balik 200km setiap minggu, total sudah 10.000km selama 1 thn.

Hal lain yang HARUS (tidak bisa ditunda lagi) dilakukan adalah: memasang sensor suhu dan saklar on-off kipas radiator.



Jalan satu-satunya untuk mengetahui kondisi suhu hanyalah dengan memasang sensor suhu pada selang radiator, saat melihat suhu sudah mencapai 70 derajat celcius langsung saja nyalakan kipas radiator dengan switch tanpa kompromi mengingat mesin bore up lebih ganas panasnya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mencegah Air Radiator Bocor Setelah Bore Up"

Post a Comment